Negara budaya yang ngga bisa lindungi budaya sendiri

September 14th, 2008 | 15 Comments | Posted in Uncategorized

Note : Posting ini tidak bertujuan untuk provokasi dan sejenisnya hehehe, namun kenyataan yang memang harus dihadapi dan dicari solusinya wkkkk (sok serius), kalo ada keberatan dari dalam negeri tentang posting ini saya dengan senang hati menghapusnya tapi kalo dari luar TIDAK !! ok kembali ke topik :mrgreen:

Judul diatas mungkin tepat dialamatkan ke pemerintahan negara ini, Seperti tidak pernah belajar dari pengalaman dari kejadian dipatenkannya motif batik, reog dll oleh negara maling sialan bahkan tempe oleh bangsa nipon , yang sampe sekarang ga jelas juntrungnya dan seingat (ingatan saya tentang penyelesaian batik reog dll saru-saru gremeng alias kabur) disampaikan lewat telepon oleh pm nya, bahkan dari salah satu forum terbesar (saya lupa linknya tar gali2 memory dl, soalnya bacanya taun 2007 awal :D ) di negeri ini, pe-malingan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun dengan target manuscript-manuscript yang ada didaerah-daerah terpencil, dengan hanya mengeluarkan dana 10 juta-100 juta, manuscript-manuscript yang sangat berharga tentang sejarah kerajaan-kerajaan nusantara bisa diboyong ke negara maling tersebut dan dijadikan dokumen disana, mungkin hilangnya manuscript di cirebon kemaren juga kerjaan mereka.

Nah yang terbaru dan mungkin membuat miris adalah paten Sedikitnya 800-an motif perak tradisional Bali telah dipatenkan di AS oleh orang asing, dan yang lebih bikin sakit hati tadi diberita disebutkan bahwa paten tersebut sudah mendapat ijin dari dirjen HAKI, “what the fuck !!” dimana otak orang2 dirjen HAKI ini, apa isi otaknya duit semua ? (ini saya baca dari media so CIIMW), saya emang ga ngerti tata cara suatu produk bisa dipatenkan lewat HAKI, tapi harusnya pemerintahlah yang bereaksi pertama kali kalo ada hal-hal seperti ini, bukan begitu ? Dan lagipula ini memang asli punya kita budaya dan seni Indonesia, masa orang-orang dirjen HAKI ngga tau itu :shock: . Ok, kita tunggu bagaimana tindakan legislatif dan Eksekutif (Pusat dan Daerah) soal ini, kalo ngga tegas bukan ngga mungkin negara-negara lain akan berlomba-lomba mematenkan kekayaan-kekayaan budaya bangsa ini alias era penjajahan baru yaitu penjajahan paten :cry: .

Oh ya, nama “BALI” pun udah digunakan untuk nama produk pakaian dalam :shock: :cry: , dimana harga diri bangsa ini hiks…hiks…. FYI kalo ga salah nama perusahaan asing nas keleng jancuk yang telah mematenkan motif perak Bali adalah “Ancient and Modern Art” dan untuk diketahui pembelanya adalah orang Bali juga, saya acungkan jari tengah kepada pengacaranya FUCK !!!!

Sory kalo banyak kata-kata kasar disni hehehe, maklum cuaca lagi panas, keknya saya harus mampir ke kulkas ne yang bentar lagi beralih profesi jadi netprenuer congratz gals

15 Responses to “Negara budaya yang ngga bisa lindungi budaya sendiri”

  1. pLuTo says:

    yayaya emang bner kata2 om, tapi gmana ya, mungkin emang gak mampu atau gmana ya. ahhh aku juga pucing nie pening. batik reog angklung funiture jepara dan lain2 kok jdi budaya orang ya, baru2 bali pindah ke negara lain maksudnya itu lowh banguna2nya di bikin duplicatenya di luar heuheu bangsa luar lebih cinta budaya kita. kita sendiri malah cuek.

  2. ika says:

    huehehehehe keren juga neh cara marahnya penyu..hihiihihih

    iya saya juga geraaam banget secara bangsa ini kok ya mau sih dibegoin mulu sama pihak asing, yang matenkan juga asing,, duuh malu..

  3. dunia tki says:

    Bisa jadi beberapa tahun kedepan semua budaya indonesia habis tanpa sisa

    lowongan kerja tkw ke malaysia … adalah posting terbaru -> dunia tkis

  4. baladika says:

    parah ya, bali di pake merk pakaian dalam, pacar gue si BCL aja di di rampas tuh sama si asraf.. Dasar maligisa :(

    Konsultan SEO … adalah posting terbaru -> baladikas

  5. chodirin says:

    soal paten ini dilematis.. mestinya ada aturan yg komprehensif yg bisa melindungi pembuat asli karya tsb.

    Benarkah Membangunkan Sahur bid

  6. deddy says:

    langkah untuk mematenkan suatu produk dalam negeri saja susah dan dipersulit.
    Tapi begitu ada $$$ di amplop di meja langsung saja tanda tangan
    memang perlu pembenahan luar dalam bangsa kita ini
    swastiastu bli penyu

    Fungsi Excerpt yang Selalu Terlupakan … adalah posting terbaru -> deddys

  7. adi says:

    gimana sie, jaga barangnya sendiri kagak bisa….??

  8. tyar says:

    yukk kita jaga bersama ….

    MELAHIRKAN TANPA RASA SAKIT … adalah posting terbaru -> tyars

  9. yang kayak ginian gak ke pikir ama pemerintah, rakyat nya sendiri belum tentu punya kesadaran untuk mandiri mempertahankan.

    hal serupa terjadi di tempat wisata alami, sampah berserakan di mana-mana. salah rakyat sendiri kan ? mereka ga peduli dgn kebersihan

    jadi menurut gwe harus ada komunitas yang peduli jagain di daerah masing-masing.

  10. waralaba says:

    pemerintah + semua lapisan penduduk negara ini harus sadar untuk mencegah agar tidak bertambah parah…

  11. [...] deh saya adain syukuran. Untuk temen – temen kabon, brokencode, fenny, dexno, dewaji, wira, penyu, om keke, Rama, Kadek Wirya, Ketut Widarta dan yang lain yang belum saya sebut dateng ya ke rumah [...]

  12. fenny says:

    what about “Kuta Line” bro? it’s australian’s product, not ours…

  13. Dadan says:

    Setuju bro, memang pantas kita marah dan kecewa

  14. albri says:

    Iya, rakyatnya ga terima jelas. tapi kalo pemerintahnya takut mau apa?
    Lagian karena salah sendiri kita dimata internasional tidak disegani karena ga punya power apa2

    About Me … adalah posting terbaru -> albris

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.